DGIK-DUTA GRAHA TARGETKAN PROYEK PEMERINTAH

PT Duta Graha Indah Tbk menargetkan kontribusi pendapatan
ke depannya bersumber dari proyek-proyek infrastruktur pemerintah, serta lebih
selektif dalam memilih proyek yang digarap swasta. “Kami mempertimbangkan
pembayaran proyek infrastruktur pemerintah lebih pasti dan terbukti lebih tahan
ditengah-tengah krisis ekonomi seperti sekarang ini,” Direktur Utama DGIK JB
Koesnarno.
Kalaupun proyek swasta, menurut Koesnarno, pihaknya akan lebih selektif untuk
memilih swasta yang besar serta memiliki reputasi yang baik selama ini.
Menurut dia, pada triwulan III tahun 2008 perseroan berhasil meningkatkan
penghasilan signifikan sebesar 54,1 persen dari Rp607 miliar pada triwulan III
2007 menjadi Rp936,4 miliar pada triwulan III 2008.
Bahkan hingga kini DGIK termasuk perusahaan kontruksi dengan gross marjin
tertinggi yakni 9,8 persen berkat strategi sentralisasi dan efisiensi yang
dilakukan perseroan.
Sampai dengan 30 September 2008 ini pesan Duta Graha mencapai sekitar Rp2,9
trilyun. Order book ini telah mencapai 82,86 persen dari target penuh tahun
2008 yaitu sebesar Rp3,5 triliun.
Laba kotor meningkat dari Rp76,4 miliar menjadi Rp91,4 miliar di tengah naiknya
harga material dan BBM. Laba usaha perseroan pada kuartal III ini turun 10,3
peren dari Rp63,8 miliar menjadi Rp57,2 miliar. Laba bersih perseroan turun
8,7 persen dari Rp46,4 miliar di triwulan III tahun 2007 menjadi Rp42,91
miliar di periode yang sama tahun 2008. Penurunan ini masih seiring dengan
penurunan laba usaha. Dengan demikian, kinerja margin laba bersih perusahaan
terbaik di antara perusahaan-perusahaan konstruksi lainnya yang sudah tercatat
di bursa, yaitu 4,58 persen.

Sumber IQP

Tinggalkan Balasan