Bank Indonesia (BI) segera menerbitkan uang kertas
pecahan nominal Rp2.000, namun waktu penerbitannya masih belum ditentukan.
“Itu memang uang kertas pertama untuk pecahan genap,” kata Deputi Gubernur
BI (bidang Sistem Pembayaran), S Budi Rochadi di Surabaya, Jumat.
Ia mengemukakan hal itu, usai menyerahkan penghargaan kepada 19 polisi yang
mengungkap kasus uang palsu (upal) dari Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan di
kantor BI Surabaya.
Didampingi Pemimpin BI Surabaya, Amril Arief, ia mengemukakan, uang kertas
Rp2.000 itu akan menjadi uang kertas terkecil. “Karena uang kertas pecahan
Rp1.000 akan kami jadikan uang koin, namun hal itu bukan kami lakukan begitu
saja,” katanya. Menurut dia, uang kertas pecahan Rp2.000 diterbitkan melalui
penelitian atas kehendak masyarakat dalam waktu panjang.
“Itu tak ada hubungannya dengan kebijakan moneter, tapi kami lakukan dengan
riset yang panjang atas kehendak masyarakat,” katanya
Sumber :IQP
DIarsipkan di bawah: Berita & Rumor