Bank Mandiri (BMRI) belum ada rencana untuk menaikkan
suku bunga kreditnya menyusul kenaikan suku bunga acuan BI Rate menjadi 8,25
persen. Direktur Utama BMRI Agus Martowardojo, dalam konferensi pers seusai
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Kamis, mengatakan, pihaknya
masih melakukan perhitungan dari dampak kenaikan BI Rate.
“Belum ada revisi, jadi (kenaikan BI Rate) 25 basis poin belum ada dampak
sama sekali,” kata Agus. Perseroan juga masih yakin kenaikan BI Rate tidak
akan mengganggu pertumbuhan kredit yang tahun ini ditargetkan sebesar 22
persen.
“Sejauh ini Bank Mandiri tidak mengubah ekspansi bisnis kita, jadi target
pertumbuhan kredit 22 persen di tahun 2008 tetap akan tercapai, jadi kami
masih optimis,” tegasnya
Dia juga mengungkapkan bahwa adanya pelemahan ekonomi dan kenaikan BBM saat
ini diiringi dengan peningkatan harga-harga komoditas seperti CPO, batubara
dan tambang lainnya. Dengan kondisi seperti ini, BMRI akan menyalurkan
kreditnya ke salah satu segmen, yakni pada perusahaan-perusahaan yang
bergerak di sektor yang sedang `booming`, sehingga target perseroan masih
akan tercapai. “Walaupun BBM baru saja dinaikkan dan harga minyak dunia
sedang tinggi, kami tetap optimis target-targat dapat tercapai,” imbuhnya.
Sumber :IQP
DIarsipkan di bawah: Berita & Rumor