BI YAKIN DAMPAK INFLASI KARENA BBM DAPAT DIPERSINGKAT

Bank Indonesia (BI) menyatakan keyakinannya bahwa
meningkatnya inflasi sebagai dampak dari kenaikan harga BBM dapat dipersingkat
jika dibanding dampak kenaikan harga BBM pada tahun 2005. “Kami punya
keyakinan besar, jika semua kebijakan pemerintah dan kebijakan BI bisa
berjalan `intandem` (berjalan searah), maka dampak berupa inflasi yang
meningkat bisa diperpendek,” kata Deputi Gubernur Senior BI, Miranda S.
Goeltom di Jakarta, Kamis.
Miranda menyebutkan, ketika pemerintah menaikkan harga BBM pada tahun 2005
lebih dari 100 persen, dampak berupa inflasi yang tinggi baru mereda setelah
sekitar tiga hingga 4 bulan kemudian. “Memang itu akan berdampak kepada
inflasi tahunan yang besar, tapi kami yakin bisa diperpendek dibanding tahun
2005,” katanya. Mengenai berapa besar dampak kenaikan harga BBM sebesar
28,7 persen terhadap tingkat inflasi, Miranda mengatakan, besarnya akan
tergantung dari apakah hanya dari sisi kenaikan harga BBM-nya saja
(first effect) atau efek bergandanya atau second effect.
“Harap diingat bahwa kebijakan moneter tidak bereaksi terhadap inflasi
saat ini atau masa lalu tetapi kita bereaksi terhadap ekspektasi inflasi.
Kita akan melakukan kebijakan yang diperlukan untuk meminimalisasi dampaknya
ke depan,” katanya.

Sumber :IQP

One Response to “BI YAKIN DAMPAK INFLASI KARENA BBM DAPAT DIPERSINGKAT”

  1. ??

Leave a Reply