BANK BTN BELUM RENCANA NAIKKAN SUKU BUNGA KPR
Ditulis pada Mei 21, 2008 oleh babah
Bank Tabungan Negara (BTN) belum berencana menaikkan
suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) meski saat ini ada kecenderungan
kenaikan harga barang termasuk kebutuhan pokok. “Tidak kemudian langsung
naik, tetapi melihat kecenderungan bunga tabungan dan deposito di pasar,”
kata Direktur Kredit BTN, Purwadi di Jakarta, Rabu, menanggapi kenaikan
harga barang yang dipicu rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
Purwadi melihat sejauh ini belum ada rencana menaikan suku bunga kredit di
kalangan perbankan. Apalagi pemerintah saat ini juga belum mewujudkan rencana
kenaikan harga BBM.
Kenaikan suku bunga KPR baru akan terjadi apabila bunga tabungan dan deposito
cenderung mulai mengalami kenaikan yang ditandai meningkatnya biaya dana
(cost of fund), jelasnya. Purwadi mengatakan, fenomenanya saat ini justru
berbeda meski harga barang naik, ternyata minat masyarakat untuk membeli
rumah tidak surut terutama Rusunami yang menjadi program pemerintah.
“Saat ini kami kebanjiran permohonan kredit pemilikan Rusunami yang berlokasi
di Kali Malang, Kelapa Gading, Cengkareng, dan Pulogebang. Bahkan Cengkareng
akan segera direalisasikan 3.000 unit,” tuturnya.
Sedangkan untuk Rumah Sederhana Sehat (RSH) sampai dengan April 2008 sudah
tercapai lebih dari 30.000, sehingga optimis target akhir tahun 120.000 unit
akan tercapai, ungkap Purwadi.
suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) meski saat ini ada kecenderungan
kenaikan harga barang termasuk kebutuhan pokok. “Tidak kemudian langsung
naik, tetapi melihat kecenderungan bunga tabungan dan deposito di pasar,”
kata Direktur Kredit BTN, Purwadi di Jakarta, Rabu, menanggapi kenaikan
harga barang yang dipicu rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
Purwadi melihat sejauh ini belum ada rencana menaikan suku bunga kredit di
kalangan perbankan. Apalagi pemerintah saat ini juga belum mewujudkan rencana
kenaikan harga BBM.
Kenaikan suku bunga KPR baru akan terjadi apabila bunga tabungan dan deposito
cenderung mulai mengalami kenaikan yang ditandai meningkatnya biaya dana
(cost of fund), jelasnya. Purwadi mengatakan, fenomenanya saat ini justru
berbeda meski harga barang naik, ternyata minat masyarakat untuk membeli
rumah tidak surut terutama Rusunami yang menjadi program pemerintah.
“Saat ini kami kebanjiran permohonan kredit pemilikan Rusunami yang berlokasi
di Kali Malang, Kelapa Gading, Cengkareng, dan Pulogebang. Bahkan Cengkareng
akan segera direalisasikan 3.000 unit,” tuturnya.
Sedangkan untuk Rumah Sederhana Sehat (RSH) sampai dengan April 2008 sudah
tercapai lebih dari 30.000, sehingga optimis target akhir tahun 120.000 unit
akan tercapai, ungkap Purwadi.
Sumber :IQP
DIarsipkan di bawah: Berita & Rumor