PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan negosiasi
penyelesaian kredit seret (Non Performing Loan) sekitar Rp3 triliun dari
tujuh debitur bermasalah rampung sebelum Juni 2008. “Negosiasi sedang
berlangsung. Pola penyelesaian yaitu empat perusahaan pelunasan, dan
tiga perusahaan dilakukan dengan restrukturisasi utang,” kata Direktur
Korporasi Mandiri, Abdul Rahman, di Jakarta, Rabu.
Hingga kuartal I 2008, rasio NPL (gross) Mandiri turun drastis dari 16,3
persen menjadi 7,2 persen dari sekitar 16,3 persen akhir 2007, sedangkan
NPL (nett) berhasil ditekan menjadi 1,5 persen dari sebelumnya 5,9 persen.
“Pada prinsipnya manajemen menekankan pada kemauan nasabah dalam melunasi
utangnya dan menyelesaikan kewajibannya,” kata Abdul Rahman.
Bank Mandiri diketahui menjalankan konsep penyehatan kredit ini didasarkan
pada prinsip bahwa utang kepada bank harus dibayar, dan bagi debitur yang
beritikad baik, akan diberikan keringanan-keringanan seperti keringanan
membayar cicilan bunga, denda, maupun pengurangan sebagian utang pokok
“Tujuh perusahaan dianggap memiliki itikad baik menyelesaikan kewajiban
karena telah ada kemauan nasabah dalam melunasi utang dan seluruh kewajibannya,”
katanya tanpa bersedia merinci nasabah yang dimaksud.
Sumber :IQP
DIarsipkan di bawah: Berita & Rumor
beritanya menarik
saya mau bertanya karena ini berhubungan dengan skripsi yang sedang saya kerjakan
bagaimana tingkat hutang perusahaan yang ada di indonesia khususnya yang listed di BEI?
terima kasih atas penjelasannya