PERTUMBUHAN INDUSTRI DIPREDIKSI 5 – 5.5%

Gejolak perekonomian dunia yang dipengaruhi kenaikan
harga minyak bumi, pangan, dan masalah moneter yang berujung pada rencana
kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan dapat menekan pertumbuhan
industri nasional hingga berkisar antara 5-5,5 persen. “Bisa jadi (demikian),”
kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris usai penandatanganan nota kesepahaman
Ditjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan Mitsubishi Corporation mengenai
pembuatan situs bersama untuk promosi produk IKM di Jakarta, Senin.
Menurut Fahmi, kenaikan harga BBM akan menyebabkan pengusaha melakukan berbagai
penyesuaian termasuk biaya dan harga produknya hingga tercapai keseimbangan
baru.
“Dengan harga yang (baru) terbentuk, secara nasional kita melakukan revisi
pertumbuhan ekonomi. Tentu saja sektor-sektor tertentu yang terkena pengaruh
gejolak, harga minyak, pangan dan moneter juga menetapkan angka-angka pertumbuhan
di masing-masing sub sektor,” jelasnya. Departemen Perindustrian sebelumnya
menargetkan pertumbuhan industri nasional sebesar 7,4 persen. Namun target
itu direvisi menjadi 6,5 persen dan pada April direvisi kembali menjadi enam
persen.

Sumber :IQP

Tinggalkan Balasan