Bank Tabungan Negara (BTN) tidak akan melakukan revisi
target kredit baru pada 2008 yang sebesar Rp10,4 triliun meskipun pemerintah
berencana menaikan harga bahan bakar minyak (BBM). “Pengalaman kenaikan BBM
pada bulan Oktober 2006 sebesar 120 persen tidak membuat kami harus merevisi
target,” kata Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro di Jakarta, Rabu usai penandatanganan
perjanjian kerjasama dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Iqbal percaya pemerintah segera mengeluarkan kebijakan susulan untuk mengantisipasi
turunnya daya beli masyarakat seperti pengalaman sebelumnya. Menurutnya,
berdasarkan analisa saat ini belum perlu melakukan revisi. Pemerintah terkait
dengan kenaikan BBM biasanya akan memberikan kompensasi kenaikan subsidi.
Mungkin yang akan terpengaruh, kata Iqbal pada suku bunga kredit akibat
terjadinya kenaikan inflasi setelah pemerintah mengumumkan kenaikan BBM.
“Akan tetapi sifatnya hanya sementara saja, karena begitu inflasi
berangsur-angsur normal, maka praktis bunga kredit juga mengalami
penurunan,” ujarnya.
BTN pada tahun ini menargetkan pertumbuhan kredit 27 persen, aset tumbuh
dari Rp36 triliun menjadi Rp70,4 triliun, sedangkan kredit naik dari
Rp22,3 triliun menjadi Rp59,9 triliun, ungkapnya.
Sumber :IQP
DIarsipkan di bawah: Berita & Rumor